-Tawakkal ada dua poin:
1. Mengambil sebab dan melaksanakan usaha
2. Menyerahkan hasil akhir kepada Allah dan ridha apapun takdir Allah karena itu yang terbaik

-Sebagaimana meninggalkan motor, maka:
1. Dikunci (sebab aman)
2. Berdoa dan memohon kepada Allah agar di jaga, seandainya hilanh itulahb takdir terbaik dari Allah ada-ada saja hikmah dan kebaikannya bagi kita

-Begitu juga dengan IMUNISASI salah satu usaha mencegah datangnya penyakit (imunisasi adalah usaha proteksi dan bukan obat), inilah yang dijelaskan ulama

-Perhatikan fatwa majma' fiqh Al-Islami, kumpulan ulama dunia yang sebelum berfatwa berkomuniskasi dahulu mengenai seluk-beluk vaksin pada ahlinya

Bertebaran beberapa tulisan di dunia maya bahwa jika melakukan imunisasi dan vaksinasi itu berarti tidak tawakkal kepada Allah, berarti tidak percaya terhadap respon imun alamiah tubuh yang telah Allah anugrahkan kepada hamba.

Akan tetapi hal ini tidaklah benar

Dalam permakluman yang dikeluarkan oleh  Majma’ Fiqih Al-Islami

dengan judul:
(بيان للتشجيع على التطعيم ضد شلل الأطفال)

“Penjelasan untuk memotivasi gerakan imunisasi memberantas penyakit POLIO, dijelaskan sebagai berikut,

“Mencegah penyakit dengan imunisasi tidak menafikkan tawakkal, sebagaimana mencegah lapar, haus, panas dan dingin. Bahkan tidak sempurna hakikat tawakkal kecuali dengan melakukan sebab-sebab nyata yang telah Allah tetapkan sebagai penyebabnya baik sebagai sebab qadariyah (sebab-akibat, pent) atau sebagai sebab syar’i. Dan bisa jadi tidak melakukan imunisasi kemudian muncul bahaya hukumnya adalah haram.”[2]

Kemudian penjelasan syaikh Abdul Muhsin Al-Abbad[3] ketika menjelaskan hadits konsumsi kurma ajwah agar terproteksi dari sihir

Selengkapnya ا:
https://muslimafiyah.com/benarkah-imunisasi-dan-vaksinasi-berarti-tidak-tawakkal-kepada-allah.html

Penyusun: dr. Raehanul Bahraen

Add Pاn BB muslimafiyah.com 5CDB322B
Telegram (klik): bit.ly/muslimafiyah

0 response:

Posting Komentar

 
Top