Kalaulah mau dipikir sejenak.
Ternyata, mukjizat seorang nabi itu umumnya sesuai dengan sesuatu yang tengah populer di kalangan kaumnya.

Sebutlah, Nabi Musa. Kala itu sihir sedang marak-maraknya, maka coba tengok mukjizatnya. Tongkatnya bisa bermacam guna.

Atau pula, Nabi Isa. Pada zamannya, pengobatan ialah yang utama. Maka, coba perhatikan mukjizatnya. Menyembuhkan orang sakit, bahkan pula bisa menghidupkan kembali orang yang mati atas izin Allah ta’ala.

Beda halnya di zaman nabi kita, Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam. Sastra dan syair begitu didamba.

Seseorang bisa naik dan turun derajatnya, tersebab 'sajak' syair yang tertuju pada dirinya.

Ditengah antusias yang tinggi terhdapa syair; turunlah mukjizat mulia berupa al Qur’an, yang membuat setiap orang tercengang karena keindahan bait-baitnya. Penyair mana yang tak takjub dengan keindahan bahasa al Qur’an. Bahkan diantara mereka ada yang masuk Islam tersebab keindahan bahasa di dalam Al Qur'an.

-

Apakah kita sudah merasakan keindahan bahasa Al Qur'an?

Umar bin Khattab berkata,

“Pelajarilah Bahasa Arab, karena Bahasa Arab merupakan bagian dari agama kalian.”

---

Hari ini (6/3/2016), divisi pendidikan bahasa Arab YPIA Yogyakarta,
MA'HAD UMAR BIN KHATTAB akan menyelenggarakan briefing/pembukaan kegiatan semester baru Maret - Mei 2016.

Alhamdulillah, peserta yang terdaftar pada semester reguler ini sejumlah 174 orang.

Uniknya santri semester ini, tidak hanya mahasiswa, tetapi juga seorang kakek lansia berusia 67 tahun, Pak Ganda, juga turut serta..Masya Allah...

Ayo kawan, kita juga harus semangat belajar Bahasa Arab! Yuk!

-


Tim Donasi Dakwah YPIA
085747223366

0 response:

Posting Komentar

 
Top